This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 10 Juli 2013



“Hey bidadariku, sedang berada dimanakah engkau? Apa yang kau lakukan saat ini? Kau tahu, aku begitu merindukanmu. Merindukan saat aku bisa merasakan betapa hangat cintamu. Cinta yang bisa membawaku ke dalam ketenangan dan ketentraman. Cinta yang menyatukan kita dalam naungan ridho ilahi. Aku menanti saat – saat itu. Semoga cerita cinta kita berakhir indah ya. Biarkan waktu dan langkah ini yang akan mempertemukan kita seperti yang telah dirancang sempurna oleh Sang Ilahi. Amin”

Quotes by KriboKriwil

Aku Rindu Saat-Saat Itu



Masa - masa ujian semester akhir - akhir ini cukup membut pusing kepala. Hampir setiap hari waktu untuk tidur berkurang karena belajar. Kebiasaan belajar larut malam hingga H-1 ujian masih kubawa sampai sekarang, padahal ga bagus sih. Efeknya seperti biasa, masuk angin dan pusing kepala menjadi umum kurasakan. Tetapi disela - sela kesibukan ujianku tersebut, aku menemukan inpirasi menarik dari obrolan teman - teman satu kontrakanku. Biasa, anak kos - kosan kalau sudah sampai di kosan suka ngobrol ngalor ngidul (ke mana - mana) yang penting asyik.

Akhir pekan lalu, tidak seperti biasanya teman - temanku masih ada di kontrakan. Biasanya jika sudah memasuki akhir pekan kontrakan akan sepi karena mereka pulang ke rumah masing - masing. Suasana ujian mungkin menjadi penyebab mereka untuk tidak pulang ke rumah dahulu. Seusai makan malam, aku dan teman - teman satu kontrakan berkumpul di ruang utama untuk sekedar ngobrol. Diawali dari pembicaraan ringan mengenai film, obrolan pun meluas. Salah seorang temanku menyatakan bahwa sekarang ia bosan dengan acara - acara di televisi setiap Minggu pagi. Alasannya, sekarang terlalu banyak acara televisi yang berbau konser - konser musik sehingga acara anak - anak seperti kartun berkurang. Padahal waktu zaman dia kecil, acara - acara kartun masih sangat menjamur dan ia sangat suka menontonnya.

Salah satu acara yang menurut mereka bagus ialah film Let's and Go. Film ini menceritakan tentang perjuangan kakak beradik Retsu dan Go untuk meraih impiannya menjadi pembalap mini 4WD (Tamiya) terhebat di dunia. Setiap episodenya pasti tidak akan kita lewati. Perjuangan kakak beradik tersebut di film pun terkadang kita terapkan di dunia masa kecil kita. Mulailah musim tamiya yang merajalela di kalangan anak - anak. Setiap anak pada masa itu, sangat ingin sekali memiliki tamiya yang kemudian saling adu cepat dengan punya temannya. Tidak jarang kita sampai menangis di depan kedua orang tua untuk dibelikan mainan ini. Dari hal tersebut timbul kekreatifan dari dalam diri kita untuk memodifikasi tamiya milik masing - masing dengan memberi tampilan yang menarik dan kecepatan yang diinginkan. Kadang - kadang dinamonya diganti, bannya juga diganti atau sekedar ganti body-nyaKetika ingin main, kita berbondong - bondong ke rumah teman yang punya track tamiyanya atau ke rental tamiya yang menyewakan track-nya. Sangat menarik aku mengingat musim - musim permainan tamiya dulu.

"Para Pemuda", Sang Penggerak, Pengubah atau Penonton?




          Rasulullah saw bersabda, dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, “Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya”. (HR. At-Tirmizi)

          Para pembaca yang insya Allah dirahmati oleh Allah swt, usia muda merupakan usia yang  produktif yang memberikan peluang cukup besar untuk melakukan karya manfaat yang sebesar – besarnya. Usia muda merupakan usia dengan semangat yang masih membara, energi masih cukup dan stamina tubuh yang masih fit. Tak pantas jika seorang pemuda bermalas – malasan dalam menjalani hidup, terlebih dalam berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk agama, bangsa dan dirinya sendiri.
          Remaja memiliki tanggung jawab terhadap diri, lingkungan keluarga, negara juga agamanya. Islam sangat menghargai kaum muda dalam memperjuangkan kebaikan akan diri dan agamanya, bahkan Allah mengatakan bahwa Dia lebih menyukai seorang pemuda takut berbuat dosa dan memilih taat kepada Allah ketimbang kaum tua.  Remaja merupakan usia di mana seseorang menganggap dirinya masih cukup lama mengarungi kehidupan, sehingga terkadang dapat melakukan hal – hal apa saja yang dirasa ingin dicobanya. Oleh sebab itu wajar jika Allah sangat menyukai pemuda yang takut berbuat maksiat kepada-Nya.

Tugas Akhir? Siapa Takut !


Hai blogger sekalian, apa kabar nih?? Semoga senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat ya. Kali ini, gw akan sedikit share mengenai tugas akhir ini atau biasa disingkat jadi TA. Wah, serem ya bahasnya tugas akhir, hehee.... Jangan  takut blogger, semua itu ada prosesnya untuk mempelajari semua itu. Sebenarnya, gw juga belum selesai sih tugas akhirnya, namun beberapa tips dari pembimbing gw mungkinakan bermanfaat bagi blogger semua.


Mungkin pertama gw jelasin sedikit tentang alur tugas akhir yang ada di Jurusan gw, yakni Matematika. Untuk menuju coloqium atau yang biasa disebut seminar, ada beberapa tahapan yang harus dilewati. Pertama ialah sig 1, yakni mempresentasikan awalan tugas akhir kita, seperti judul, latar belakang dan garis besar pembahasan kita. Di sig 1, kita tidak harus menyelesaikan semuanya namun paling tidak kita mengerti apa yang akan kita lakukan ke depannya. Dari sig 1 ini, akan mendapat beberapa masukan dari dosen penguji yang hadir. Baik itu dari segi pemilihan topik, judul, hingga kerangka tugas akhir kita. Di sig 1 ini, tidak ada penilaian khusus, melainkan hanya saran dan masukkan untuk tugas akhir kita apakah layak atau tidak untuk dilanjutkan.

Lanjut ya blogger. Setelah sig 1, ada yang namanya sig 2. Di sig 2 ini, kita akan membahas inti dari tugas akhir kita. Di sini akan terlihat kita sudah siap atau belum menuju coloqium. Pada sig 2, teori – teori yang kita gunakan serta pembahasan isi dari tugas akhir kita, dipresentasikan di sini. Namun, tetap di sig 2 ini belum ada penilaian secara khusus dari dosen – dosen penguji yang hadir melainkan masih berupa saran dan masukkan yang harus dipersiapkan untuk coloqium. Jika menurut penguji kita sudah cukup bagus di sig 2, maka kita dipersilahkan menuju ke coloqium.

Nah, ini dia yang paling menegangkan, yakni coloqium. Coloqium di jurusan gw pada umumnya dihadiri oleh dosen pembimbing serta tiga dosen penguji yang sudah ditentukan sebelumnya. Di sini kita akan mempresentasikan tugas akhir kita secara lengkap mulai dari awal hingga akhir. Biasanya kita akan diberikan waktu tiga puluh menit untuk presentasi serta kurang lebih 90 menit untuk tanya jawab dengan penguji. Di coloqium inilah nilai tugas akhir kita ditentukan. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan, berikut tips yang gw kutip dari pembimbing gw.


Penulisan
Walau tidak dilihat secara mendalam, penulisan merupakan faktor penting buat tugas akhir kita. Biasanya yang menjadimasalah ialah penulisannya suka tertukar antara satu huruf dengan huruf lainnya, misalkan setelah ditulisnya teselah. Jika initerjadi satu dua kali masih dianggap wajar, naamun jika berulang kali akan menjadi pertanyaan sendiri buat kita apakah kita sudah menulisnya dengan teliti atau belum. Hal lainnya yang berkaitan dengan penulisan ialah diksi (pemilihan kata) serta alur tugas akhir kita mulai dari pendahuluan, bab I hingga selesai apakah sudah sesuai atau belum. Saran dari gw, ssetelah selesai membuat papernya, usahakan dibaca  berulang – ulang agar tidak  terjadi kesalahan dalam pengetikan. Bisa meminta orang lain untuk mengoreksi tulisan kita serta meminta masukkan kepada pembimbing. Ingat, jika menurut kita tulisan kita bagus, belum tentu menurut orang lain bagus juga. Tetap koreksi dengan teliti tulisan kita.


Penguasaan Materi
Ini dia yang paling penting blogger. Secara, ini adalah tugas akhir kita. Kalo kita ga ngerti tugas akhir kita bagaimana kita menjelaskan kepada orang lain, ya gak? J Penguasaan materi akan terlihat dari bagaimana cara kita menjelaskan kepada peserta dan bagaimana cara kita menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penguji. Jadi, siapkan dirimu sejak sekarang, Maksimalkan bimbinganmu dengan docen pembimbing sebaik mungkin. Jika ada yang tidak mengerti, segera cari jawabannya sehingga kita tidak bingung saat coloqium


Presentasi
Selanjutnya dari segi presentasi. Pertama dilihat dari bagaimana PPT kita apakah enak dilihat atau gak. Kemudian, apakah dengan membaca slide PPT kita, peserta bisa mengerti atau tidak. Memang secara umum, antara enak atau gak enak dilihat tergantung orang sih, tapi biasanya penguji akan mengomentari hal ini. Siapkan segala alasanmu jika ditanya – tanya mengenai slide – slide yang ditampilkan. Usahakan gunakan slide seminimal mungkin agar tidak memakan waktu presentasi. Pemilihan bancground  PPT, serta appearrance kita saat presentasi.


Kesulitan Materi
Setelah gw tanya sama pembimbing, ternyata hal ini juga dinilai. Tingkat kesulitan materi tugas akhir juga menjadi pertimbangan dalam pemmberian nilai tugas akhir kita. Lalu, apakah dengan materi yang lebih sulit nilainya akan lebih bagus? Gak gitu juga blogger, tetap usahakan pilih materi dari yang kita minati. Kalo dengan yang lebih sulit nilainya lebih bagus, namun kita gak ngerti pasti akan jelek juga nilai kita nanti, iya gak? J


Nah, itulah beberapa tips yang mungkin bisa membantu blogger untuk lebih enjoy dalam membuat tugas akhir. Kalo kata pembimbing gw begini nih :
Ketika kamu tugas akhir, jangan berpikir bahwa ini akan mudah ditelusuri. Ini butuh proses untuk mengerti secara keseluruhan. Tugas akhir itu, seperti kita belajar ilmu baru yang belum kita pelajari. Ketika kamu menemukan materi, jangan baca isinya dahulu karena pasti akan membingungkan. Baca bagian abstrak serta pendahuluan, lalu lihat kesimpulannya. Dengan membaca bagian – bagian tersebut, kamu akan mengerti materi tersebut sebenarnya membahas apa sih. Nah, jika sudah tahu tinggal kamu pilih, cocok atau tidak dengan kamu. Jika cocok, mari kita pelajari bersama”.

Jadi, pilih materi sesuai minat blogger, kalo udah minat sesulit apapun pasti kita akan senang mengerjakannya. Mungkin itu aja untuk tips – tips mengenai tugas akhir, jangan lupa untuk selalu belajar dan latihan agar tugas akhir ini mendapat nilai maksimal. Semoga tugas akhir kita dapat selesai dengan nilai yang terbaik, amin. Mohon doanya juga untuk gw ya blogger, semoga tugas akhir gw lancar, amin.

Salam sukses untuk kita semua !!!                 

Created by KriboKriwil 

Lautan Di Daratanku


Seorang ibu tampak sedang berkomunikasi dengan seseorang melalui telepon genggamnya, sepertinya sedang berbicara dengan anaknya.
“Iya nih, ibu masih di jalan nak. Jalanannya macet banget. Padahal ibu udah pulang agak sorean biar bisa pulang lebih awal. Eeehhh,... taunya sama aja. Malah mungkin lebih malam dari biasanya nanti sampai rumah”
Ibu tersebut terdiam sejenak mendengar suara  yang berada di seberang sana.
“Iya deehh, ibu nanti telpon kalo udah di depan gang. Kamu makan aja duluan ya, assalamu’alaikum”
Tak lama kemudian, komunikasi mereka pun terputus. Ibu tersebut tampak sedikit resah karena ia merasa sudah terlalu lama berada di perjalanan.

Di sudut lainnya, aku melihat seorang bapak yang tampak gelisah. Sesekali ia menggerakkan kakinya, kemudian menatapi jam tangannya. Saat itu ia merasa jarum jamnya bergerak terlalu cepat. Kemudian, ia mencoba menengok keluar jendela melihat suasana di sekitar. Setelah mengetahui situasinya, ia segera menggaruk – garuk kepala dan kembali menatapi jam tangannya. Lalu, ia mendenguskan nafas pertanda sebuah keluhan, “Fuuuhhhhh.....”.

Seorang anak muda berpakaian kemeja putih dengan motif garis – garis hitam duduk dekat pintu keluar. Diantara penumpang lainnya, pemuda ini tampak paling rapi. Rambutnya yang tertata rapi, tangannya yang memegang sebuah tas hitam, matanya yang berkacamata serta sepatu pantofel yang ia kenakan mencerminkan apa pekerjaannya saat ini. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya ia mencoba memilih alternatif lain.
“Bang sampai di sini aja deh, nih uangnya, makasih bang”, ucap pemuda tersebut kepada supir angkutan umum.
Sang supir pun segera menerima selebaran uang dua ribuan dari sang pemuda.

Di luar jendela aku melihat beberapa pengendara yang kesulitan menyalakan motornya. Beberapa juga ada yang menuntunnya. Aku juga melihat supir angkutan umum di sebelah mobil yang aku tumpangi sedang bertopang dagu. Kulihat penumpangnya kosong. Mungkin ia berpikir,” Kalau macet gini, gimana mau dapat setoran banyak nih”.

Aku dan enam penumpang lainnya masih bersabar menunggu kemacetan ini sirna. Ya, semua yang diceritakan tadi adalah kondisi kami para penumpang yang sedang berada dalam angkutan umum menuju ke tempat tujuan kami masing – masing. Sore itu, hujan turun cukup deras di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Aku melakukan perjalanan dari Depok menuju rumahku di daerah Ciledug sore itu. Saat aku pulang, hujan juga sedang mengguyur kota Depok. Sejauh perjalananku dari Depok hingga Lebak Bulus, masih seperti biasa. Bahkan bagiku terbilang cukup lengang karena terdapat kemacetan berkurang di beberapa titik. Pikirku, kondisi ini terjadi karena situasi sedang hujan sehingga orang malas berkendara.
Memasuki wilayah Deplu, Petukangan Utara dekat wilayah Universitas Budi Luhur, keramaian kendaraan mulai terlihat. Setelah angkutan umum yang ku tumpangi mencoba melaju ternyata terdapat banjir yang cukup dalam di wilayah tersebut. Beberapa pengendara motor terpaksa harus memutar balik meskipun ada juga yang nekat hingga motornya pada akhirnya tetap harus ia tuntun. Alhamdulillah, banjir ini masih bisa dilewati oleh angkutan umum yang ku tumpangi.
Keluar Deplu, angkutan umum yang kami tumpangi lanjut berpetualang di jalan Ciledug Raya. Sebuah jalan yang menjadi akses utama orang Ciledug ketika ingin berpergian dari dan ke Jakarta. Apa yang terjadi kemudian, tak sesuai bayangan. Dalam waktu 30 menit, kami hanya mampu menempuh beberapa meter. Kendaraan roda empat atau lebih benar – benar terjebak. Paling – paling, kendaraan roda dua yang masih sibuk menyalip di sisi kanan dan kiri mobil. Menurut informasi yang aku terima, ternyata banjir juga melanda wilayah Puri Beta. Jelas sekali, bahwa akibat kejadian ini bakal ada kemacetan panjang malam ini.
Entah siapa yang harus disalahkan, musibah seperti ini seakan terus menghantui daerah  ibukota dan sekitarnya. Daratan yang kini dihiasi bangunan gedung yang semakin banyak jumlahnya. Lahan hijau yang mulai menghilang. Drainase yang buruk. Kebiasaan individu yang tak peduli. Dan berbagai faktor lainnya. Aku tau, ini sulit. Namun aku masih yakin, ini bisa dirubah walaupun memakan waktu yang lama.
Aku kasihan melihat ‘daratan’ yang semakin hari hanya dijadikan sebuah tempat berpijak untuk memenuhi hasrat individu. Aku tahu ‘daratan’ juga ingin memberi kesejukan seperti air melalui pepohonan. Dan aku tahu, para pepohonan juga rindu akan banyaknya air yang mampu ia serap dari air dalam tanah. Aku tau, ‘lautan’ sebenarnya hanya bingung ke mana lagi ia harus berjalan. Kini, ia kesulitan menemukan tempat untuk berhenti. Ia terus dan terus mengalir ke segala penjuru karena tiada tempat yang tepat untuk disinggahi. Kami tahu ini bukan salahmu. Beri kami kesempatan untuk mengubah ini. Kau tahu ‘lautan’, kami lebih senang melihatmu di laut lepas sana. Kami tidak ingin melihat ‘lautan’ di ‘daratan’ kami.

Lautan di Daratanku”

Created by KriboKriwil, Jum’at 19 April 2013 pukul 1:05
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com